KH Tb Sehabudin Assa’idiy: Spirit Idul Adha Jangan Berhenti Setelah Hari Tasyrik Berakhir

Tangerang, Sabtu, 30/05/2026 (jatmaaswajabanten.id) – Perayaan Idul Adha sesungguhnya merupakan refleksi dari perjalanan spiritual Nabi Ibrahim AS. Beliau dikenal dengan gelar Khalilullah (kekasih Allah). Selain itu, beliau juga dikenal sebagai nabi yang berani menentang penguasa zalim, Raja Namrud. Meskipun harus menerima hukuman dibakar hidup-hidup, dengan keteguhan hati, kekuatan tauhid kepada Allah SWT, serta pertolongan langsung dari Allah SWT, Nabi Ibrahim AS mampu melewati fase-fase dakwah yang sangat krusial.

Peristiwa Idul Qurban sendiri berkaitan dengan ujian tauhid yang diberikan Allah SWT kepada Nabi Ibrahim AS secara sangat personal. Kita dapat membayangkan bagaimana perasaan seorang ayah yang harus mengorbankan anaknya sendiri sebagai bentuk pembuktian iman dan tauhid kepada Allah SWT. Namun, keyakinan beliau yang telah mencapai maqam Khalilullah membuatnya mampu melewati fase yang sangat berat tersebut. Bayangkan, keinginan beliau untuk memiliki seorang putra sebagai penerus keturunan sekaligus pelanjut dakwah harus dihadapkan pada ujian yang begitu menguras emosi dan perasaan pribadinya.

Berkat pertolongan Allah SWT, Nabi Ibrahim AS berhasil melewati ujian pengorbanan tersebut. Hingga saat ini, perjalanan spiritual beliau terus diperingati dan dirayakan dengan penuh suka cita melalui simbolisasi penyembelihan hewan kurban.

Menurut KH Tb Sehabudin Assa’idiy (Ketua Umum JATMA ASWAJA BANTEN), semangat dan nilai-nilai yang terkandung dalam perayaan Idul Adha tidak boleh berhenti setelah hari-hari tasyrik berakhir, melainkan harus terus hidup dan menjadi bagian dari kehidupan setiap Muslim sepanjang hayat.

“Spirit Idul Adha harus terus terjaga dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari selama napas masih dikandung badan,” tutup Kyai Sehabudin.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *