TANGERANG – Banten selalu memiliki tempat istimewa dalam sejarah peradaban Islam Nusantara. Tanah yang masyhur dengan julukan Darul Aulia (Negeri Para Wali) dan Darul Salatin (Negeri Para Sultan) ini kembali menjadi saksi turunnya keberkahan. Pada Ahad, 2 November 2025, lembaran baru perjuangan thariqah resmi dibuka dengan dilantiknya Pengurus Wilayah JATMA ASWAJA Provinsi Banten Masa Khidmat 2025–2030 langsung oleh Rois ‘Aam PB JATMA ASWAJA, Abah Maulana Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya.
Pelantikan ini bukan sebatas seremoni, melainkan sebuah tonggak ikrar—bahwa JATMA ASWAJA Banten siap hadir memberikan kiprah nyata, menjadi denyut nadi spiritual bagi Tanah Banten dan seluruh rakyatnya.
Lebih dari Sekadar Organisasi Administratif
Jika ada yang memandang JATMA ASWAJA hanya sebagai organisasi tempat berkumpulnya massa dengan tumpukan rutinitas administratif, maka pandangan itu belumlah utuh.
JATMA ASWAJA adalah Rumah Besar Spiritual. Ia adalah muara bertemunya keikhlasan para Guru Mursyid, kesungguhan para Murid (salik), dan ketulusan para Muhibbin (pencinta). Di rumah inilah, cinta kasih tanpa batas dari Ar-Rahman dan Ar-Rahim dirajut menjadi kekuatan untuk menjaga umat. Sebagai wadah para ahli dzikir, JATMA ASWAJA memikul amanah besar untuk menjadi oase yang menyejukkan sekaligus mencerahkan bagi setiap anak bangsa di tengah keringnya nilai-nilai moral zaman modern.
Pesan Emas Abah Habib Luthfi: Dzikir Harus Berbuah Akhlak
Suara zikir yang menggema di majelis-majelis, madrasah, hingga kafe-kafe sufi sejatinya tidak boleh menguap begitu saja setelah lisan berhenti berucap. Hal ini ditegaskan secara mendalam oleh Abah Habib Luthfi bin Yahya dalam tausiyah kebangsaannya.
“Dzikir itu harus membuahkan akhlakul karimah. Akhlak yang mulia, terpuji, dan dirasakan manfaatnya oleh semesta,” dawuh beliau dengan penuh penekanan.
Abah Habib Luthfi mengajak seluruh hadirin untuk merenungi kembali jejak luhur para paku bumi Tanah Banten. Beliau menyebutkan nama-nama agung seperti Kanjeng Sunan Gunung Jati (Syekh Syarif Hidayatullah), Kanjeng Sultan Maulana Hasanuddin, hingga Maulana Sultan Yusuf. Merekalah sosok-sosok paripurna yang telah menanam biji-biji thariqah di tanah Banten. Tugas kita hari ini, melalui JATMA ASWAJA, adalah merawat pohon thariqah tersebut agar buahnya tetap bisa dinikmati sebagai peneduh bagi umat dan bangsa.
Pemandangan Menyejukkan dari Sang Mursyid
Ada sebuah pemandangan yang menggetarkan hati jamaah yang hadir sejak pagi hari di lokasi pelantikan. Menurut penuturan para jamaah yang kerap mengikuti majelis beliau, hari itu Abah Habib Luthfi memancarkan rona kenyamanan yang luar biasa.
Beliau berkenan berlama-lama, menyapa, mendoakan, hingga melayani permintaan warga—dari kalangan sepuh hingga anak-anak kecil—dengan senyum dan kehangatan seorang ayah. Sikap ramah dan pelayanan ruhani tanpa batas dari beliau ini diyakini sebagai “pupuk barokah” yang akan menyuburkan kembali gerakan JATMA ASWAJA di tanah Darul Aulia.
Melangkah Bersama Merawat Banten
Kini, bahtera PW JATMA ASWAJA Banten telah resmi berlayar dengan nakhoda dan awak kapal yang baru.
Keluarga Besar JATMA ASWAJA Banten mengucapkan Selamat Berkhidmat kepada seluruh jajaran pengurus yang telah dilantik. Rasa takzim dan terima kasih yang tak terhingga juga dihaturkan kepada seluruh murid dan muhibbin atas dedikasi, komitmen, dan loyalitasnya.
Mari bersama-sama kita rapatkan barisan. Jadikan PW JATMA ASWAJA Banten sebagai rumah yang melahirkan ahli dzikir yang cerdas dalam berpikir, dan mulia dalam berakhlak. Mari rawat peninggalan para Aulia di Tanah Banten ini dengan cinta dan pengabdian.
Semangat berkhidmat! Wallahul muwaffiq ila aqwamit-thariq.









